Kapolres Pamekasan Dinilai Peduli Kebebasan Pers, PWI Beri Penghargaan

PAMEKASAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menganugerahi Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan sebagai ‘Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers’, di Wahana Bina Praja, Pamekasan, Kamis (23/5/2024) yang lalu.

Penganugerahan itu diberikan PWI Pamekasan saat memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia sembari menggelar simposium dengan tajuk ‘Penguatan Kebebasan Pers di Kabupaten Pamekasan.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menyampaikan, penganugerahan tersebut bukan tanpa dasar.

“PWI Pamekasan merilis angket kepada 45 anggota organisasi profesi wartawan ini, yang hasilnya adalah AKBP Dani, yang layak,” ujar Hairul Anam, Senin ( 27/5).

Ketua PWI Pamekasan ini menyebut ada 8 indikator sehingga AKBP Dani,dinyatakan layak.

Pertama, Kapolres Pamekasan AKBP Dani merupakan satu-satunya pimpinan institusi, yang teken MoU dengan ketua-ketua organisasi wartawan di Pamekasan.

Indikator kedua ialah AKBP Dani mau sharing and hearing dengan PWI Pamekasan berkaitan dengan menangkal informasi hoaks.

Ketiga, AKBP Dani melayani pendalaman berita oleh wartawan usai konferensi pers.

Keempat, AKBP Dani membuka komunikasi dengan wartawan berkenaan dengan isu dan pendalaman materi terkait hukum dan kriminal.

Kelima, Polisi kelahiran Jakarta Timur, 23 November 1982 ini, siap dihubungi wartawan selama 24 jam.

Keenam, Polisi, yang baru jadi Kapolres Pamekasan selama lima bulan ini, menyatakan selalu siap dikritik.

Ketujuh, dia memberikan dukungan kepada jurnalis Pamekasan, yang mendatangi DPR RI, Dewan Pers, dan KPU guna menyuarakan penolakan terhadap RUU Penyiaran.

“Satu-satunya kapolres, yang dalam konferensi pers, membuka dialog, bukan hanya sebatas tanya jawab,” sebut Anam untuk indikator terakhir.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Dani sangat terharu atas penghargaan tersebut. Meski, dia belum setahun bertugas di Kota Gerbang Salan ini.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya ini, akan saya pegang selama saya menjadi kapolres,” ucapnya.

Pers menurutnya harus bisa menjadi pelita, bisa mencerdaskan, harus bisa memberikan informasi berdasarkan fakta dan harus bisa mengkritik membangun.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *